Hari: Agustus 22, 2011

Hari Al Quds; Sikap Tegas Ayatullah Khomeini atas Okupasi Israel di Palestina

Dalam sejarah modern, barangkali hanya Imam Khomeini, satu-satunya pemimpin dalam Dunia Islam yang secara konsisten menyuarakan pembelaannya terhadap bangsa Palestina (Riza Sihbudi)

Dalam sejarah modern, barangkali hanya Imam Khomeini, satu-satunya pemimpin dalam Dunia Islam yang secara konsisten menyuarakan pembelaannya terhadap bangsa Palestina (Riza Sihbudi)

Jika kaum muslimin bersatu dan masing-masing dari mereka mengguyurkan seember air pada Israel, maka Israel akan tersapu; namun masih saja mereka tak berdaya di hadapannya. [Imam Khomeini, 16 Agustus 1979, Sahifa-yi Nur, vol. 8, hal. 236]

Saya menyeru seluruh kaum muslimin di dunia untuk menjadikan Jum’at terakhir di bulan suci Ramadhan sebagai Hari al-Quds; dan melalui demonstrasi solidaritas kaum muslimin sedunia, mengumandangkan dukungan mereka atas hak-hak rakyat muslim. [Imam Khomeini ketika mengumumkan Hari Al-Quds, 7 Agustus 1979, Sahifa-yi Nur, vol. 8, hal. 229] (lebih…)

Tanah yang Dijanjikan Itu Hanya Mitos

Armstrong mencatat, semua orang Israel diusir dari negeri itu. Yang tersisa hanya buruh, orang-orang desa, dan tukang bajak sawah. Mereka yang hidup di pengasingan selalu merindukan Kota Jerusalem. Para rabi (tokoh agama Israel) pun menciptakan mitos-mitos untuk mengidam-idamkan kepulangan ke tempat mereka seharusnya tinggal

Palestina sudah ada sebelum Israel datang
Bagi bangsa Israel, Palestina adalah tanah yang dijanjikan Tuhan (The Promised Land ) kepada mereka. Klaim sepihak itu, menurut Abdul Wahab Almessiri, seorang intelektual Mesir, merupakan penegasan bahwa tidak ada bangsa lain yang berhak menduduki Palestina kecuali umat pilihan Tuhan. Israel mengklaim, merekalah umat pilihan Tuhan tersebut. Tidak peduli, apakah sebelum dan sesudah mereka hidup bangsa-bangsa lain di sana. Atas nama Tuhan, tanah Palestina adalah mutlak milik mereka. (lebih…)

Kisah Cinta Abadi Layla dan Majnun

Kisah Qais yang menjadi gila (majnun) karena kerinduannya pada Layla

Kisah Qais yang menjadi gila (majnun) karena kerinduannya pada Layla

Alkisah, seorang kepala suku Bani Umar di Jazirah Arab memiIiki segala macam yang diinginkan orang, kecuali satu hal bahwa ia tak punya seorang anakpun. Tabib-tabib di desa itu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil. Ketika semua usaha tampak tak berhasil, istrinya menyarankan agar mereka berdua bersujud di hadapan Tuhan dan dengan tulus memohon kepada Allah swt memberikan Anugerah kepada mereka berdua. “Mengapa tidak?” jawab sang kepala suku. “Kita telah mencoba berbagai macam cara. Mari, kita coba sekali lagi, tak ada ruginya.”

Mereka pun bersujud kepada Tuhan, sambil berurai air mata dari relung hati mereka yang terluka. “Wahai Segala Kekasih, jangan biarkan pohon kami tak berbuah. Izinkan kami merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami. Anugerahkan kepada kami tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatan kepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami.”
(lebih…)

Kisah Sedih Negeri Impian

Ironi Negeri Impian

Ironi Negeri Impian

Oleh : M. Anwar Siregar.

Bangsa Indonesia harus hidup dengan dan dari laut, kalimat yang sering terdengar bila ada peringatan hari laut yang diadakan setiap bulan Juni dan maupun hari kemerdekaan RI bulan Agustus, kekuatan Bangsa dikaitkan dengan kekuatan laut, teknologi ataupun penelitian kelautan, eksplorasi sumber daya kelautan, atau yang lebih aktual membicarakan tentang pembangunan pulau-pulau terpencil perbatasan di lautan.

Masihkah relevan menyebut Indonesia dalam usia kemerdekaan ke 66 tahun sebagai negara bahari atau negara maritim jika hal ini menimbulkan sebuah ironi sebagai negeri kaya bahari apabila belum mampu meningkatkan pengamanan kekayaan sumber-sumber daya kelautan, “lembek” mencegah pelanggaran teritorial laut sehingga mudah menimbulkan emosi rakyat terhadap negara jiran, menimbulkan kerugian miliaran rupiah setiap tahun akibat pencurian dan perdagangan illegal lintas batas darat di perbatasan?
(lebih…)