Oleh: MAULA | September 1, 2011

Belajar Kebijaksanaan

Seorang darwis ingin belajar tentang kebijaksanaan hidup
dari Nasrudin. Nasrudin bersedia, dengan catatan bahwa kebijaksanaan hanya
bisa dipelajari dengan praktek. Darwis itu pun bersedia menemani Nasrudin
dan melihat perilakunya.

Malam itu Nasrudin menggosok kayu membuat api. Api kecil itu ditiup-tiupnya.
“Mengapa api itu kau tiup?” tanya sang darwis.

“Agar lebih panas dan lebih besar apinya,” jawab Nasrudin.

Setelah api besar, Nasrudin memasak sop. Sop menjadi panas. Nasrudin
menuangkannya ke dalam dua mangkok. Ia mengambil mangkoknya, kemudian
meniup-niup sopnya.

“Mengapa sop itu kau tiup?” tanya sang darwis.

“Agar lebih dingin dan enak dimakan,” jawab Nasrudin.

“Ah, aku rasa aku tidak jadi belajar darimu,” ketus si darwis, “Engkau tidak
bisa konsisten dengan pengetahuanmu.”

Ah, konsistensi.

Source


Responses

  1. mantap


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: