Hari: September 6, 2011

Mengenal Zoroaster

Kepercayaan akan yang metafisik menjadi tema penting dalam setiap peradaban manusia, yang kemudian terinstitusi dalam agama. Sejak manusia primitif hingga modern (bahkan posmodern[?]), dari ujung Timur hingga ujung Barat, agama tetap bertahan sebagai tema penting dalam menghadapi persoalan-persoalan ummat manusia.

Kehadiran agama dalam sejarahnya menjadi jawaban atas ketidakmampuan manusia menghadapi alam. Walaupun, dalam pemikiran yang paling mutakhir, ada semacam upaya para pemikir menghindari dari yang metafisik karena ia menjadi sumber dehumanisasi. Kenyataannya, konsep yang absolut tidak mau beranjak dari pemikir yang paling sekuler sekalipun. (lebih…)

Sushians, Juru Selamat Akhir Zaman

Dalam buku-buku referensi agama Zoroaster terdapat pernyataan yang tak terhingga berkenaan dengan kemunculan Imam Mahdi as. Mari kita perhatikan pernyataan-pernyataan tersebut di bawah ini:

a. Dalam kitab Zand, salah satu kitab suci agama Zoroaster, dalam pembahasan bahwa kejahatan akan lenyap dan orang-orang saleh akan mewarisi bumi setelah orang-orang lalim terbasmi, disebutkan demikian, “Laskar Ahriman (orang-orang lalim) akan selalu berperang melawan laskar-laskar Izadan (putra-putra tuhan langit), dan pada umumnya, laskar Ahriman selalu memenangkan peperangan itu. Akan tetapi, kemenangan mereka ini tidak sampai dapat membasmikan laskar Izadan. Hal itu dikarenakan pada saat sulit seperti itu, akan selalu datang pertolongan dari Ourmazd tuhan langit kepada Izadan, putra-putranya, dan peperangan mereka ini akan berlanjut selama 9 tahun. Setelah itu, kemenangan besar akan berpihak kepada Izadan dan mereka akan berhasil membasmi laskar Ahriman. Seluruh kekuasaan Ahriman berpusat di bumi dan mereka tidak memiliki jalan ke langit. Setelah kemenangan Izadan dan terbasminya Ahriman, seluruh alam semesta akan mencapai kebahagiaan aslinya dan Bani Adam akan duduk di atas singgasana kesejahteraan.”[1] (lebih…)