Bulan: Januari 2012

Merajut Mimpi Mobil Nasional

Oleh A Syalaby Ichsan

Tampangnya mirip Honda CRV. Buritannya mirip Ford Everest. Mobil bertampang gado-gado namun tetap gagah itulah yang baru-baru ini dipinang Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) sebagai mobil dinas menggantikan sedan Toyota Camry.

Awalnya diberi nama Kiat Esemka, mengambil ejaan dari SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Mobil itu memang dibangun oleh para siswa SMK dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jakarta yang dibimbing oleh Bengkel Kiat Motor yang terletak di Desa Ngaran, Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah. (lebih…)

Manusia dan Urgensi Ideologi

Oleh: Mohammad Adlany

Manusia sangat memerlukan pemahaman tentang filsafat hidup dan tujuan penciptaan, karena bukan hanya dengannya ia akan berbuat dan berprilaku di dunia ini, melainkan akan menentukan kebahagiannya di alam akhirat nantinya. Namun sebagian pemikir yang semestinya menfokuskan pikiran-pikirannya untuk mengarahkan dan membantu umat manusia meraih tujuannya malah menjadi batu penghalang bagi kesempurnaan dan kebahagiaan hakiki manusia.

Seringkali kita mendengar sebagian intelektual menyatakan bahwa dengan keberadaan krisis-krisis yang meliputi dunia sekarang ini tidak seharusnya kita habiskan waktu untuk menggali dan mengetahui filsafat penciptaan, manusia mestinya  memusatkan segenap pemikirannya dalam bidang ekonomi dan sosial untuk mencari solusi yang terbaik bagi permasalahan kehidupan ini.

Para pendukung gagasan ini lalai atas suatu hakikat bahwa jika manusia tidak mengenal substansi filsafat penciptaannya sendiri, maka sangat banyak problematika yang mustahil dapat terpecahkan. Selain dari itu, manusia dipaksa oleh hati nuraninya sendiri untuk memahami tujuan penciptaan dan filsafat kehidupannya, karena tanpa itu ia tidak dapat menjani kehidupan di alam ini secara sempurna dan bahagia. (lebih…)

Refleksi Hermeneutik dalam Pemikiran Agama

Oleh: Mohammad Adlany

Pemikiran keagamaan kontemporer ialah kenyataan atas bentuk pengkajian baru yang mempunyai akar dalam hermeneutik. Probabilitas pelontaran interpretasi yang beragam dan tak berhingga terhadap teks-teks agama, penafsiran yang bersifat historikal, perubahan interpretasi yang terus menerus, adanya keabsahan intervensi pikiran para mufassir dalam penafsiran teks-teks, dan pengaruh ilmu-ilmu lain terhadap pemahaman keagamaan adalah dimensi-dimensi baru yang hadir dalam wilayah dan ranah pembahasan keagamaan yang mempunyai akar mendalam pada teori-teori pemikiran hermeneutikal.

Hermeneutik kontemporer dari dua sisi memberikan pengaruh terhadap pemikiran-pemikiran keagamaan: (lebih…)

Keberadaan Tuhan

Oleh: Mohammad Adlany

Dasar-dasar Argumen Imkan dan Wujub

Argumen yang dipergunakan di sini untuk menelaah realitas eksistensi dan wujud eksternal dalam menegaskan eksistensi hakiki Tuhan adalah argumen imkan (contingent) dan wujub (necessity).

Argumen ini merupakan salah satu argumen rasional yang paling kuat dalam membuktikan eksistensi Tuhan, karena tak satupun manusia berakal menolak dan memungkiri eksistensi dirinya dan realitas wujud-wujud di alam ini, sementara argumen ini secara prinsipil berpijak pada penerimaan realitas eksistensi dan wujud hakiki.

Sebenarnya, Tuhan tidak gaib, yang gaib justru diri kita sendiri, Tuhan bahkan lebih berwujud dari wujud-wujud lain dan lebih bercahaya dari cahaya-cahaya lain. Jadi, kalau kita mempergunakan argumen-argumen untuk “pembuktian” wujud Tuhan, maka itu hanyalah berdimensi “mengingatkan” kita akan realitas hakiki itu. (lebih…)

Meraih Kesempurnaan Insani

Kesempurnaan setiap maujud mempunyai batasan tertentu yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta. Karena karakteristik masing-masing maujud, mulai dari tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia, adalah berbeda satu sama lain, maka kesempurnaannya pun menjadi berbeda dan bertingkat-tingkat. Setiap maujud dikatakan sempurna ketika potensi-potensi khusus yang ada pada dirinya telah aktual.

Kesempurnaan setiap maujud harus ditemukan dalam sistem alam penciptaan. Untuk melakukan hal ini, harus dilakukan pengenalan terhadap hakikat suatu maujud untuk kemudia menempatkan kedudukannya di alam penciptaan, setelah itu dibutuhkan spesialisasi yang untuk mengetahui, memperkirakan, dan terakhir memberikan kesimpulan yang layak. Tentunya, penentuan kesempurnaan suatu maujud tidak bisa merujuk pada pendapat masyarakat umum, adat istiadat, dan peradaban.

  (lebih…)

Mengenal Manusia; Elaborasi Kemanusia

Banyak hal yang harus diketahui manusia, Syahid Murtadha Muthahhari – seorang filosof muslim kontemporer – mengatakan bahwa salah satu objek pengetahuan yang harus dikenali adalah manusia itu sendiri.
Manusia merupakan sebangsa binatang, banyak kesamaannya dengan binatang. Pada saat yang sama manusia memiliki banyak ciri yang membedakannya dari binatang. Ciri ini menempatkannya lebih unggul, yakni kemampuan mengenal diri dan dunia sekitarnya.
Makhluk pasti memiliki kecenderungan untuk mengenal dan mengetahui komunitasnya sendiri, maka ketertarikan awal manusia pasti untuk mengenal komunitas manusia. Setelah itu, lantas ia akan mencoba untuk mengenal komunitas lain di sekitarnya.

Allah Swt, Zat Yang Maha Agung, menciptakan manusia atas berbagai bangsa dan suku. Karena Dia terlepas dari sifat kesia-siaan, maka penciptaan itu pasti bermakna. Melalui lisan suci Nabi Mulia saw, Allah Swt berfirman di dalam Al Qur’an surat Al Hujurat [49]: 13 sebagai berikut:

Analisa “Fatwa” MUI tentang Syiah

Kutipan Fatwa MUI tentang Syi'ah

Kutipan Fatwa MUI tentang Syi'ah

Dalam pertemuannya dengan para pelajar Indonesia yang berada di Qom (28/4), Ketua MUI Pusat Prof. DR. Umar Shihab menyebutkan bahwa sampai saat ini MUI sama sekali tidak pernah mengeluarkan fatwa mengenai kesesatan Syiah. Namun saat ini beberapa media dan situs yang memiliki tendensi negatif terhadap Syiah mempublikasikan selebaran fatwa MUI yang disebutkan menyatakan kesesatan Syiah dan bukan bagian dari Islam. Manakah yang benar dari keduanya?

Mana yang benar, pernyataan Prof. Umar Shihab yang notabene adalah Ketua MUI yang menyebutkan MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa mengenai kesesatan Syiah atau media-media anti Syiah yang menyebutkan MUI pernah mengeluarkan fatwa kesesatan Syiah dan belum dianulir sampai saat ini?

Berikut kami menyertakan sebuah analisa sederhana: (lebih…)