Oleh: MAULA | Oktober 15, 2013

Asupan Gizi Ibu terhadap Anak

asi_ekslusif

ASI mempengaruhi kejiwaan anak

Setelah lahir ke dunia, bayi memasuki lingkungan baru yang asing baginya dan hal ini dapat diketahui lewat tangisannya. Bayi merasa tidak aman seketika terlahir ke dunia dan untuk itu ia membutuhkan kasing sayang dan belaian. Ibu biasanya langsung mengambilnya dan menariknya dalam pelukannya, sekaligus mengalihkan sifat kemanusian tertinggi kepada bayi. Ibu berusaha mengisi hati sang bayi dengan cinta akan kehidupan. Minum susu ibu bagi bayi merupakan aktivitas paling nikmat baginya. Karena ia memulai pengalaman pertama hidupnya dari minum susu ibu. Bayi mulai mengenal dunia dan fenomenanya lewat ibunya dan itu berkat air susu ibunya.

Anak yang melewati periode 9 bulan janin dan dua tahun pertama kehidupannya mendapatkan asupan gizi dari susu ibunya. Selama itu pula anak tidak terlepas dari ibunya. Sedemikian eratnya hubungan ini sampai dapat dikatakan mereka dua badan dengan satu ruh. Anak saat minum susu ibunya mendengarkan suara detakan jantungnya dan dari sana ia merasakan ketenangan. Itulah mengapa anak-anak yang tidak mendapatkan asupan susu ibu secara langsung tidak memiliki ketenangan ini.

Masalah ini sudah berdasarkan riset ilmiah. Para peneliti merekam suara detak jantung ibu dan kemudian memutarnya kembali lewat pengeras suara di kamar bayi. Penelitian itu menunjukkan bagaimana para bayi yang tengah berteriak perlahan-lahan terdiam dan merasa tenang.

Pemberian susu ibu membuat anak secara psikologis merasakan kepuasan jiwa. Anak-anak yang mendapat asupan makanannya lewat susu ibu lebih sedikit mengalami masalah kejiwaan, bahkan dari sisi jasmani, mereka terlihat lebih sehat dan lebih sedikit terkena masalah pada lambungnya. Susu ibu menurut para ahli psikologi membuat anak lebih gembira, sementara dari sisi moral, susu ibu juga pengaruh yang positif. Asupan makanan anak dari ibunya membuatnya lebih dekat kepada ibunya. Anak yang lebih dekat kepada ibunya lebih merasa puas dan tampak lebih periang.

Islam berpesan agar seorang ibu ketika memberi susu kepada anaknya, hendaknya dilakukan dengan meletakkan anaknya di sebelah kiri. Alasannya karena bayi ketika di rahim ibunya telah terbiasa dengan suara detakan jantung ibunya dan ia mendapat asupan makanan dari ibunya sambil mendengar melodi detak jantung ibunya. Oleh karenanya, setelah bayi lahir ke dunia, ia harus diletakkan di bagian kiri ibunya, karena telah terbiasa dengan suara detak jantung ibunya. Islam juga berpesan agar ketika ibu memberikan susu kepada anaknya, maka anaknya itu diletakkan di lengannya agar bayi tetap merasakan kehangatan badan ibunya. Rasa ini sangat berperan bagi pertumbuhan sisi emosional anak.

Sesuai dengan pesan Islam dan penekanan sains, masa pemberian susu ibu telah ditentukan selama dua tahun. Tak syak bahwa bayi yang telah berusia 6 bulan mulai terbiasa dengan makanan lain selain susu ibu dan itu sangat dibutuhkan olehnya agar secara perlahan-lahan makanan yang ada menjadi pengganti susu ibu. Memberikan susu ibu kepada anak kurang dari dua tahun membuat anak merasakan kurang kasih sayang. Biasanya anak yang tidak mendapat asupan susu ibu hingga dua tahun akan mengisap ibu jarinya. Jadi perilaku itu merupakan reaksi demi menutupi kekurangan dan kelezatan yang tidak lagi dapat diraihnya.

Ibu yang melalaikan pemberian asupan air susunya kepada anak, suara bising, tidak tenang, ketakutan akan lingkungan dapat merusak proses pemberian air susu ibu kepada anak. Ketika ibu minum sebagian obat yang mempengaruhi kualitas air susunya dan itu dirasakan oleh anaknya sebagai sesuatu yang tidak enak, maka selema efeknya ini tidak dihilangkan, maka kondisi itu akan terus berlanjut bagi anak.

Bila seorang anak tidak mendapat asupan makanan langsung dari ibunya, maka perlahan-lahan itu akan memunculkan kegelisahan dan kesakitan bagi anak. Hal yang paling sering menimpa anak-anak adalah penyakit saraf. Ketahuilah bahwa tidak ada susu baik langsung dari hewan atau melewati proses industri yang dapat menggantikan posisi air susu ibu. Apa lagi air susu ibu ketika diberikan kepada anaknya disertai dengan rasa cinta keibuan. Oleh karenanya, tidak adanya asupan makanan dari ibu tetap saja merugikan anak, khususnya di 4-5 bulan pertama dalam kehidupan anak. Bila seorang ibu memiliki profesi dan bekerja, dimana tidak mampu memberikan air susunya kepada anaknya, maka setidaknya di sore hari setelah selesai bekerja ia harus memberikan air susunya kepada anaknya, demi mengurangi efek samping.

Sekalipun anak kecil dapat minum susu lewat botol susu dengan dotnya dan memenuhi kebutuhan asupan gizinya, tapi tetap saja anak lebih menginginkan hubungan dengan ibunya. Pandangan anak kepada ibunya dapat menjelaskan semua ini. Anak tidak hanya membutuhkan asupan gizi, tapi membutuhkan hubungan langsung dengan ibunya. Anak sangat senang berada dalam dekapan ibunya. Bila seorang ibu tidak memberi air susunya kepada anaknya, maka setidak-tidaknya ia menggendong dan mendekap anaknya disertai elusan lembut di kepala atau badannya. Karena elusan lembut ini sendiri punya pengaruh luar biasa bagi jiwa dan perilaku anak. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Source

Setelah lahir ke dunia, bayi memasuki lingkungan baru yang asing baginya dan hal ini dapat diketahui lewat tangisannya. Bayi merasa tidak aman seketika terlahir ke dunia dan untuk itu ia membutuhkan kasing sayang dan belaian. Ibu biasanya langsung mengambilnya dan menariknya dalam pelukannya, sekaligus mengalihkan sifat kemanusian tertinggi kepada bayi. Ibu berusaha mengisi hati sang bayi dengan cinta akan kehidupan. Minum susu ibu bagi bayi merupakan aktivitas paling nikmat baginya. Karena ia memulai pengalaman pertama hidupnya dari minum susu ibu. Bayi mulai mengenal dunia dan fenomenanya lewat ibunya dan itu berkat air susu ibunya.

Anak yang melewati periode 9 bulan janin dan dua tahun pertama kehidupannya mendapatkan asupan gizi dari susu ibunya. Selama itu pula anak tidak terlepas dari ibunya. Sedemikian eratnya hubungan ini sampai dapat dikatakan mereka dua badan dengan satu ruh. Anak saat minum susu ibunya mendengarkan suara detakan jantungnya dan dari sana ia merasakan ketenangan. Itulah mengapa anak-anak yang tidak mendapatkan asupan susu ibu secara langsung tidak memiliki ketenangan ini.

Masalah ini sudah berdasarkan riset ilmiah. Para peneliti merekam suara detak jantung ibu dan kemudian memutarnya kembali lewat pengeras suara di kamar bayi. Penelitian itu menunjukkan bagaimana para bayi yang tengah berteriak perlahan-lahan terdiam dan merasa tenang.

Pemberian susu ibu membuat anak secara psikologis merasakan kepuasan jiwa. Anak-anak yang mendapat asupan makanannya lewat susu ibu lebih sedikit mengalami masalah kejiwaan, bahkan dari sisi jasmani, mereka terlihat lebih sehat dan lebih sedikit terkena masalah pada lambungnya. Susu ibu menurut para ahli psikologi membuat anak lebih gembira, sementara dari sisi moral, susu ibu juga pengaruh yang positif. Asupan makanan anak dari ibunya membuatnya lebih dekat kepada ibunya. Anak yang lebih dekat kepada ibunya lebih merasa puas dan tampak lebih periang.

Islam berpesan agar seorang ibu ketika memberi susu kepada anaknya, hendaknya dilakukan dengan meletakkan anaknya di sebelah kiri. Alasannya karena bayi ketika di rahim ibunya telah terbiasa dengan suara detakan jantung ibunya dan ia mendapat asupan makanan dari ibunya sambil mendengar melodi detak jantung ibunya. Oleh karenanya, setelah bayi lahir ke dunia, ia harus diletakkan di bagian kiri ibunya, karena telah terbiasa dengan suara detak jantung ibunya. Islam juga berpesan agar ketika ibu memberikan susu kepada anaknya, maka anaknya itu diletakkan di lengannya agar bayi tetap merasakan kehangatan badan ibunya. Rasa ini sangat berperan bagi pertumbuhan sisi emosional anak.

Sesuai dengan pesan Islam dan penekanan sains, masa pemberian susu ibu telah ditentukan selama dua tahun. Tak syak bahwa bayi yang telah berusia 6 bulan mulai terbiasa dengan makanan lain selain susu ibu dan itu sangat dibutuhkan olehnya agar secara perlahan-lahan makanan yang ada menjadi pengganti susu ibu. Memberikan susu ibu kepada anak kurang dari dua tahun membuat anak merasakan kurang kasih sayang. Biasanya anak yang tidak mendapat asupan susu ibu hingga dua tahun akan mengisap ibu jarinya. Jadi perilaku itu merupakan reaksi demi menutupi kekurangan dan kelezatan yang tidak lagi dapat diraihnya.

Ibu yang melalaikan pemberian asupan air susunya kepada anak, suara bising, tidak tenang, ketakutan akan lingkungan dapat merusak proses pemberian air susu ibu kepada anak. Ketika ibu minum sebagian obat yang mempengaruhi kualitas air susunya dan itu dirasakan oleh anaknya sebagai sesuatu yang tidak enak, maka selema efeknya ini tidak dihilangkan, maka kondisi itu akan terus berlanjut bagi anak.

Bila seorang anak tidak mendapat asupan makanan langsung dari ibunya, maka perlahan-lahan itu akan memunculkan kegelisahan dan kesakitan bagi anak. Hal yang paling sering menimpa anak-anak adalah penyakit saraf. Ketahuilah bahwa tidak ada susu baik langsung dari hewan atau melewati proses industri yang dapat menggantikan posisi air susu ibu. Apa lagi air susu ibu ketika diberikan kepada anaknya disertai dengan rasa cinta keibuan. Oleh karenanya, tidak adanya asupan makanan dari ibu tetap saja merugikan anak, khususnya di 4-5 bulan pertama dalam kehidupan anak. Bila seorang ibu memiliki profesi dan bekerja, dimana tidak mampu memberikan air susunya kepada anaknya, maka setidaknya di sore hari setelah selesai bekerja ia harus memberikan air susunya kepada anaknya, demi mengurangi efek samping.

Sekalipun anak kecil dapat minum susu lewat botol susu dengan dotnya dan memenuhi kebutuhan asupan gizinya, tapi tetap saja anak lebih menginginkan hubungan dengan ibunya. Pandangan anak kepada ibunya dapat menjelaskan semua ini. Anak tidak hanya membutuhkan asupan gizi, tapi membutuhkan hubungan langsung dengan ibunya. Anak sangat senang berada dalam dekapan ibunya. Bila seorang ibu tidak memberi air susunya kepada anaknya, maka setidak-tidaknya ia menggendong dan mendekap anaknya disertai elusan lembut di kepala atau badannya. Karena elusan lembut ini sendiri punya pengaruh luar biasa bagi jiwa dan perilaku anak. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)


Responses

  1. Saya setuju sepenuhnya dg tulisan diatas. Dan izinkan saya menambhkan apa yang menjadi kewajiban ibu lebih jauh tehadap bayi yg baru lahir. Y.i, bahwa sebelum lahir, ( ketika masih dialam ruh ) anak itu teelah berjanji pada Allah, untuk TIDAK menyembah kepada selain ALLAH. Agar setelah anak lahir konsisten dengan janjinya, untuk senantiasa menyembah kepada yang BENAR ( ALLAH ) dan menyembah dengan cara yang benar, maka kewjiban sang ibu untuk membimbing anak itu agar senantiasa menyembah kepada yang benar, dengan cara yang benar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: