Oleh: MAULA | Oktober 23, 2014

Monozukuri Tidak Dapat Dipisahkan Dengan Hitozukuri

Bangsa Jepang senang membuat barang, menciptakan nilai tambah yang besar. Monozukuri adalah filosofi industry Jepang. Industri Jepang tidak hanya berlokasi di Jepang, tetapi sudah di seluruh dunia. Semua industry yang berlokasi di seluruh dunia harus memiliki standar yang sama (global supply chain, global production). Demikian Dr. Eko Cahyono (Wakil Rektor Bidang Akademik UNSADA) memaparkan alasan perlunya belajar Monozukuri pada perkuliahan Monozukuri minggu pertama. Perkuliahan yang diselenggarakan pada Rabu, 1 Oktober 2014 adalah kerjasama Universitas Darma Persada (UNSADA) bersama HIDA. Elemen Pembelajaran Monozukuri meliputi: Horensho, 5S, Kaizen, Gen Principle (Genba Genbutsu, Genjitsu), Just-in Time, Kanban, Japanese Corporate Culture. 

Selaras dengan Visi yang dijunjung UNSADA yaitu menjadi Universitas terkemuka di Indonesia dengan keunggulan di bidang Kebudayaan dan Monozukuri dan secara signifikan berkontribusi terhadap pengembangan Bangsa, menurut Dr. Oloan P. Siahaan (Rektor UNSADA) pada saat mengisi perkuliahan Monozukuri pada minggu kedua Rabu, 8 Oktober 2014, para produsen dan insinyur di Jepang saat ini masih sangat menekankan tradisi, semangat, filsafat, konsep dan pengetahuan Monozukuri, dan menganggapnya sebagai prinsip dasar dalam proses manufaktur, desain dan rekayasa mereka. Bahkan Perdana Menteri memberikan The “Monozukuri Nippon Grand Award” kepada tenaga kerja dan yang lainnya yang berperan inti di bidang manufaktur dan produksi yang sebenarnya, dalam rangka mendukung pertumbuhan industri Jepang dan budaya, dan memastikan bahwa teknik “Monozukuri “(manufaktur) Jepang yang unik telah memberikan kontribusi besar bagi kehidupan dan kemakmuran rakyat Jepang, yang diwariskan kepada generasi masa depan dan terus dikembangkan.

Negara Jepang adalah negara yang tidak begitu luas dibandingkan dengan Indonesia. Luas negara Jepang adalah 377.835 km2. Ini berarti kurang dari 20% dari luas negara Indonesia. Banyak sorotan ke Asia Timur, karena telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Dan Jepang telah menunjukkan perananannya dalam industri manufaktur, sehingga Asia diakui sebagai manufaktur dunia. Industri di Jepang sudah mulai sejak jaman Kekaisaran Edo (tahun 1603). Monozukuri sebagai spirit kebanggaan, spirit yang dimiliki oleh orang Jepang yang membuatnya bisa bertahan dalam proses produksi dari waktu ke waktu. Melalui Monozukuri kita dapat melihat bagaimana Jepang membangun industrinya, demikian disampaikan oleh Dra. Aviana MS Tjokro, M.Si, dari Matsushita Gobel Institute dalam perkuliahan Monozukuri minggu ketiga Rabu, 15 Oktober 2014. Melakukan Monozukuri tidak dapat dipisahkan dengan Hitozukuri (“hito” berarti manusia, dan “zukuri” berarti proses). Dimana melalui Monozukuri, maka berarti industri juga membangun sumberdaya manusianya, membangun kultur hidup dan bukan hanya sekedar mempekerjakan manusia semata. Hitozukuri adalah membentuk manusia dalam arti secara terus menerus mengembangkan ketrampilan teknis dan kemampun untuk memecahkan masalah dengan orang lain dalam suasana saling percaya. Monozukuri melalui Hitozukuri dapat digambarkan dengan sebuah pohon, lengkap mulai dari akar, batang, buah dan daun.
 

Hitozukuri merupakan akar dari pohon, merupakan fondasi terkuat. Pembentukan Hitozukuri ini didukung oleh inovasi dan produktivitas. Monozukuri merupakan batang pohon, yang menunjukkan proses untuk berkembang. Dari sini akan tumbuh batang yang akan menghasilkan buah, sebagai alat untuk implementasi di manufaktur, seperti 5S (Seiri-Seiton-Seisho-Seiketsu-Seisuke), 3G (Gemba-Genji-Gembutsu), 4R (Reduce-Reuse-Recycle-Recovery), 3M (Muda-Mura-Muri), 8 waste (DOWNTIME) dan lain-lain. Daun-daun yang terus tumbuh menunjukkan Kaizen yang harus terus menerus dilakukan. Dan yang akan menghubungkan proses-proses pada akar, batang dan buah adalah HORENSO (Houkoku-Renraku-Soudan).

 

Source http://www.unsada.ac.id/?p=3988


Responses

  1. Tulisan yang bagus!
    Selanjutnya, saya hanya mau menyodorkan terjemahan harfiah istilah yang digunakan di atas.
    monozukuri = pembuatan barang
    hitozukuri = pembentukan orang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: