Hari: Juni 5, 2016

Sikap Plural Muhammad Ali

Muhammad Ali: “Ibuku seorang Baptis, dan ketika saya besar, ia mengajari segala yang ia ketahui tentang Tuhan. Setiap Minggu, ia mendandani saya, dan membawa saya dan abang saya ke gereja. Ia mengajari kami hal-hal yang dianggapnya benar. Ia mengajari kami supaya mencintai sesama dan memperlakukan siapa pun dengan baik. Ia mengajari kami bahwa berprasangka dan membenci itu salah. Ketika saya beralih agama, Tuhan ibuku tetap Tuhan saya hanya menyebutnya dengan nama yang lain. Dan pandangan tentang ibu saya tetap seperti yang saya katakan jauh sebelumnya. Dia baik, gemuk, perempuan menawan yang suka memasak, makan, menjahit, dan senang berada bersama keluarga. Ia tidak minum, merokok, dan mencampuri urusan orang, atau menggangu siapa pun. Tak seorang pun lebih baik kepadaku sepanjang hidupku, kecuali dia.” (Tempo, edisi 1 Agustus 1992).

Korek Api Muhammad Ali

“Aku tidak merokok, namun aku menyimpan kotak korek api dalam sakuku.

Apabila hatiku terjatuh untuk melakukan perbuatan dosa, aku nyalakan korek api tersebut lalu ku sundutkan ke telapak tanganku.

Kemudian aku berkata pada diriku, “Ali, kamu tidak bisa menahan walau hanya panas sebatang korek api ini, bagaimana kamu mampu tahan dengan panas api neraka yang tidak tertahankan nanti?”

(Muhammad Ali) (lebih…)