Oleh: MAULA | Juni 27, 2016

Pirate Party Memimpin Islandia?

pirate-party-logoProtes keras Pirate Party (Partai Bajak Laut) terhadap keterlibatan perdana menteri dan anggota kabinetnya dalam Papers Panama telah menjadikan partai ini paling populer se-Islandia. Lebih dari 43 persen responden dalam jajak pendapat media yang dirilis pekan lalu mengatakan mereka akan memilih untuk Pirates pada pemilu mendatang.

Gelombang protes yang dikomandoi Pirate Party telah memaksa Perdana Menteri Sigmundur David Gunnlaugsson mengundurkan diri.

Birgitta Jonsdottir, pemimpin Partai Bajak Laut, mengatakan kepada The WorldPost, mengaku terkejut dengan kepercayaan rakyat yang datang kepada mereka.

Jonsdottir, yang menggambarkan dirinya sebagai “poetician,” adalah salah satu dari tiga anggota partai yang masuk parlemen. Dia juga mantan anggota WikiLeaks, dan disarankan oleh pejabat pemerintah Islandia pada tahun 2011 untuk tidak melakukan perjalanan ke AS.

Partai Bajak Laut Islandia didirikan pada 2012, boleh dikatakan adalah inkarnasi paling sukses dari gerakan bajak laut yang dimulai di Swedia pada tahun 2006. Pirates sekarang memiliki partai di sejumlah negara. Mereka mengkampanyekan kebebasan internet, transparansi, reformasi hak cipta.

Pada pemilu legislatif Islandia tahun 2013, Pirates memperoleh 5 persen suara dan mendudukkan tiga kursi dari total 63 anggota parlemen.

Platform Partai Bajak Laut Islandia meliputi demokrasi langsung, perubahan konstitusi dan reformasi hukum hak cipta Islandia – serta pemberian suaka kepada leaker Amerika, Edward Snowden.

Sebagian besar rakyat Islandia kecewa dengan praktik politik dan pengelolaan keuangan negara sejak krisis keuangan tahun 2008. Sebuah jajak pendapat Gallup bulan lalu menunjukkan bahwa hanya 17 persen dari rakyat Islandia yang percaya parlemen mereka. Pirates telah memanfaatkan ketidakpuasan ini dan berjanji transparansi untuk memerangi korupsi.

Sejak Panama Papers, anggota Pirates yang ada di parlemen bersuara paling vokal. Mereka menuntut mereka yang terlibat dalam Panama Papers untuk mundur. Pekan lalu, mereka mengusulkan mosi tidak percaya dan percepatan pemilu. Meskipun mosi tidak percaya tidak berhasil, pemerintah Islandia sepakat untuk mempercepat pemilu.

Karena sistem kepemimpinan Pirate Party secara rutin berputar, Jonsdottir ragu-ragu untuk maju sebagai calon perdana menteri.

 

Source: http://www.huffingtonpost.com/entry/pirate-party-iceland_us_5706a2fee4b0b90ac2718d40, 11 April 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: