Oleh: MAULA | Juli 18, 2016

Masuk Sekolah Lebih Cepat atau Lebih Lambat? Ini Hasil Risetnya

Kebanyakan orangtua beranggapan bila lebih cepat masuk sekolah, maka anak akan belajar lebih banyak dan lebih baik. Benarkah? Inilah kesimpulan risetnya

Kebanyakan orang tua berpikir, anak lebih cepat masuk sekolah itu lebih baik. Karena semakin muda anak masuk sekolah maka semakin cepat anak belajar, semakin lama anak belajar, semakin bagus dalam mencapai prestasi akademik. Dalam beberapa kasus atau beberapa anak, logika tersebut bisa terbukti. Latihan lebih lama membuat anak lebih siap bukan?

Tapi apa kata riset mengenai hal itu? Bagaimana bila kita melihat kecenderungan umum pada anak dari berbagai negara? Inilah kesimpulan risetnya.

Anak-anak yang lebih tua mendapatkan skor 4 – 12 persentil lebih tinggi dibandingkan anak yang lebih muda pada kelas 4 dan 2 – 9 persen lebih tinggi pada kelas 8 di berbagai negara yang diteliti… (Kelly Bedard and Elizabeth Dhuey, 2005)

Anak-anak yang lebih lambat masuk sekolah (sehingga lebih tua dibandingkan teman sekelas) justru mendapatkan nilai lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang lebih cepat masuk sekolah. Dan dampak waktu masuk sekolah ini terus terlihat ketika anak naik kelas, dan bahkan ketika anak masuk jenjang kuliah. Anak yang lebih cepat masuk sekolah cenderung lebih kurang berminat melanjutkan pendidikan ke pendidikan tinggi.

Mengapa?

Pertama, anak yang lebih lambat masuk sekolah mempunyai kematangan yang lebih baik dibandingkan teman sekelas. Kematangan yang berpengaruh pada interaksi sosial dengan murid lain maupun dengan guru. Kematangan membuat anak lebih mampu mengelola tuntutan sosial maupun tuntutan akademis.

Kedua, anak yang lebih lambat masuk sekolah mempunyai waktu lebih banyak untuk menguasai keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk belajar menguasai keterampilan yang lebih kompleks.

Ketiga, guru tanpa disadari lebih menyukai anak-anak yang lebih matang sehingga lebih memberi perhatian dan merekomendasikan anak-anak itu untuk mengikuti berbagai program akademik tambahan. Stimulasi yang lebih banyak membuat anak yang lebih matang mendapat tantangan dan kesempatan belajar lebih banyak.

Semoga hasil riset ini membuat kita sebagai orang tua lebih bijak dalam mengambil keputusan kapan waktu yang tepat buat memasukan anak sekolah.

Apakah anda akan memasukkan anak ke sekolah lebih cepat atau lebih lambat? Apa faktor yang jadi pertimbangan anda? [temantakita.com, oxfordjournals.org]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: