Oleh: MAULA | November 26, 2016

Peranan Tata Kelola di Era Digital

Merupakan sebuah fakta yang harus dihadapi saat ini, bahwa era digital memiliki dampak langsung yang signifikan terhadap perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.  Aset digital, baik berupa data transaksi dan segala bentuk data lainnya yang mengandung text, serta multimedia, diproduksi dan digunakan secara masif setiap harinya dalam kegiatan bisnis perusahaan. Pembahasan mengenai aset digital ini tentunya tidak dapat terlepas dari pengelolaan Teknologi Informasi (TI) baik pada area infrastruktur berupa perangkat lunak dan perangkat keras, proses, dan sumber daya manusia, dalam rangka menunjang pengelolaannya.

Digitalisasi transaksi dan informasi pada berbagai sektor industri tersebut telah didorong oleh kebutuhan bisnis dalam menghadapi kompetisi, harapan dari pelanggan, dan upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi proses bisnisnya.  Pemerintah pun tidak tinggal diam menghadapi perkembangan jaman ini.  Berbagai peraturan telah diterbitkan untuk dapat memastikan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan para pelaku industri, sehingga tidak ada yang dirugikan.

Era digital telah memberikan serangkaian kemampuan baru bagi pengguna layanan dalam kenyamanan bertransaksi, keberagaman pilihan penyedia layanan, dan juga meningkatnya rasa aman dalam menggunakan layanan. Layanan atau transaksi dalam hal ini bukan hanya dalam konteks perdagangan barang, namun juga jasa. Misalnya, bagi pengguna media sosial, dibutuhkan tingkat kepercayaan pengguna yang tinggi kepada perusahaan pengelola bahwa aset digital mereka tidak akan disalahgunakan.

Dari sisi pelaku bisnis, era digital juga memberikan manfaat yang sangat berguna dalam pengelolaan bisnis, misalnya penggunaan website sebagai saluran informasi dan penjualan dengan jangkauan geografis untuk menginformasikan dan mempromosikan bisnis dan produk mereka.

Perusahaan juga dapat mengumpulkan informasi yang lengkap dan lebih kaya tentang pasar, pelanggan, dan pesaing. Perusahaan tidak hanya menemukan informasi berlimpah, perusahaan juga dapat mengadakan riset pemasaran dengan cara yang sama sekali baru dengan menggunakan internet. Perusahaan dapat berkomunikasi dua arah dengan para pelanggan dan calon pelanggan, dan transaksi secara lebih efisien.

Jika kita mengambil contoh pada industri kesehatan, digitalisasi didorong oleh peningkatan tingkat layanan yang baik khususnya kecepatan dan ketepatan layanan bagi para pasien. Saat ini Rumah Sakit sudah mulai menggunakan rekam medis elektronik (Electronic Medical Record) dalam menyimpan data historis pasien. Bayangkan jika hal ini telah diimplementasikan secara menyeluruh, maka data pasien dapat digunakan di seluruh Rumah Sakit dengan mudah tanpa terbatas lokasi, sehingga kecepatan dan ketepatan layanan pun dapat diberikan dengan lebih baik. Jika kita lihat pada sektor industri keuangan, sudah bukan hal yang aneh lagi jika semua informasi saat ini telah berbentuk digital dan dimanfaatkan dalam berbagai bentuk.

Namun, apakah era digital ini sudah pasti menguntungkan semua pihak? Digitalisasi tanpa tata kelola yang baik hanya akan mengakibatkan kerugian. Banyak kasus keamanan yang terjadi mulai dari pencurian dan penyalahgunaan data, pemalsuan transaksi, hingga terhentinya layanan karena gangguan pada teknologi informasi perusahaan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan dan juga pengguna. Risiko yang dihadapi oleh perusahaan diantaranya adalah risiko keamanan, risiko reputasi, risiko operasional, dan juga risiko kepatuhan. Diperlukan penerapan manajemen risiko dan pengendalian internal yang baik sebagai bagian dari tata kelola perusahaan untuk dapat memastikan bahwa risiko-risiko tersebut telah dikelola dengan baik.

Perusahaan perlu menerapkan Tata Kelola, dan masyarakat sebagai pengguna layanan juga harus teredukasi dengan baik, sehingga dapat memilih layanan dan informasi yang yang terbaik.  Setiap organ perusahaan harus menjalankan peranannya sehingga penyalahgunaan atau pemberian layanan dan informasi yang tidak berkualitas dapat dihindari.  Dalam organ perusahaan, fungsi pengawasan dan pengelolaan harus dilakukan, dimulai dari pemetaan kebutuhan bisnis, perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan secara berkelanjutan.

tata-kelola-perusahaan1

[ke halaman 2]

Laman: 1 2 3


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: