Oleh: MAULA | November 26, 2016

Peranan Tata Kelola di Era Digital

Prinsip Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance) pada era digital ini tentunya tidak terlepas dari Tata Kelola Teknologi Informasi yang baik. Teknologi Informasi (TI) bukan hanya lagi merupakan alat bantu kerja, namun telah masuk ke dalam ranah strategi bisnis, sehingga pengambilan keputusan dan pengawasan pun telah menjadi agenda penting yang dibicarakan dalam rapat Direksi dan Dewan Komisaris perusahaan. Adalah pemahaman yang salah bahwa Tata Kelola TI hanya menjadi tanggung jawab CIO (Chief Information Officer). Tata Kelola TI yang baik merupakan kebutuhan bisnis untuk dapat memastikan bahwa TI dapat mendukung tujuan dan kebutuhan bisnis perusahaan.

Prinsip Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance) pada era digital ini tentunya tidak terlepas dari Tata Kelola Teknologi Informasi yang baik. Teknologi Informasi (TI) bukan hanya lagi merupakan alat bantu kerja, namun telah masuk ke dalam ranah strategi bisnis, sehingga pengambilan keputusan dan pengawasan pun telah menjadi agenda penting yang dibicarakan dalam rapat Direksi dan Dewan Komisaris perusahaan. Adalah pemahaman yang salah bahwa Tata Kelola TI hanya menjadi tanggung jawab CIO (Chief Information Officer). Tata Kelola TI yang baik merupakan kebutuhan bisnis untuk dapat memastikan bahwa TI dapat mendukung tujuan dan kebutuhan bisnis perusahaan.

Tata Kelola TI (IT Governance) sendiri sebenarnya sudah menjadi perbincangan hangat di kancah global sejak tahun 1990an. ISACA sebuah organisasi internasional independen dan nonprofit, yang memfokuskan organisasinya pada praktik dan profesi sistem informasi di dunia, telah membahas tantangan ini dan mengeluarkan kerangka Tata Kelola TI yang dinamakan COBIT pada tahun 1996 sebagai kerangka acuan umum dalam menerapkan Tata Kelola TI untuk dapat diterapkan pada berbagai jenis organisasi.

COBIT sendiri sudah banyak digunakan oleh berbagai organisasi di Indonesia sejak tahun 2000-an, baik dalam penerapan Tata Kelola TI di perusahaan maupun acuan bagi regulator dalam membuat peraturan terkait Tata kelola TI.

tata-kelola-separating-governance-and-management-2Dalam konteks tugas dan tanggung jawab dalam Tata Kelola TI, seperti dinyatakan dalam COBIT versi 5.0 yang diterbitkan oleh ISACA pada tahun 2012, bahwa kebutuhan bisnis diterjemahkan dalam Tata Kelola khususnya pada kegiatan evaluasi, pemberian arahan, dan pengawasan untuk dapat dieksekusi oleh manajemen dalam kegiatan usaha perusahaan. Dimana manajemen bertanggungjawab dalam perencanaan, perancangan, pelaksanaan, serta pengawasan. Prinsip tugas dan tanggung jawab dalam tata kelola ini menunjukkan bahwa dalam menerjemahkan kebutuhan bisnis dibutuhkan aktivitas yang saling memiliki keterkaitan dari proses tata kelola yang sifatnya korporasi, melibatkan pemilik, stakeholders, dan jajaran manajemen puncak, sampai ke tingkat operasional yang dilaksanakan oleh manajemen.

Sesuai dengan prinsip Tata Kelola TI yang dipaparkan dalam COBIT, bahwa tujuan Tata Kelola TI adalah pemenuhan manfaat dari pengelolaan TI dengan menggunakan sumber daya dan biaya seoptimal mungkin dengan tetap mengelola risiko TI dengan baik. Prinsip ini diterjemahkan kedalam 37 proses tata kelola dan manajemen TI yang terdiri dari Evaluate, Direct and MonitorAlign, Plan and OrganizeBuild, Acquireand ImplementDeliver, Service and Support; serta Monitor, Evaluate and Assess.

Tata Kelola TI merupakan bagian dari Tata Kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Jika perusahaan telah menerapkan Teknologi Informasi dalam menjalankan bisnisnya, maka Tata kelola TI pun harus menjadi perhatian perusahaan.

Tentunya menerapkan Tata Kelola TI pada era digital ini bukanlah suatu hal yang mudah. Beberapa tantangan yang dihadapi dengan melihat berbagai contoh kasus tata kelola TI di Indonesia, diantaranya adalah:

Prioritas bisnis

Banyak perusahaan yang tidak menempatkan tata kelola sebagai prioritas bisnis. Fokus utama bisnis adalah mencari keuntungan dan meningkatkan efisiensi dalam berbagai aktivitasnya. Pada era digital ini, investasi banyak dilakukan oleh perusahaan pada teknologi yang canggih dan personil yang kompeten sehingga Tata Kelola TI dianggap sebagai penghambat bisnis dan sebuah investasi layaknya perangkat keras dan perangkat lunak.

Pada kenyataannya, Tata Kelola memang bukan sesuatu hal yang harus diprioritaskan, melainkan merupakan sebuah kebutuhan dalam menjaga kelangsungan bisnis dan kepercayaan pelanggan. Tata Kelola TI dapat berbiaya besar maupun sangat kecil, sangat tergantung dengan bagaimana perusahaan menerapkan prinsipnya.

Kecepatan dan efisiensi proses

Kompetisi bisnis saat ini mungkin menunjukkan kecepatan yang paling tinggi sepanjang sejarah bisnis. Perusahaan berlomba-lomba memberikan pelayanan yang cepat serta efisien demi memuaskan pelanggan dan juga mengurangi biaya operasional se-minimum mungkin. Perubahan strategi bisnis dapat dilakukan dengan cepat dalam rangka menjadi pemenang dalam kompetisi yang ada. Tata kelola TI seringkali dianggap sebagai penghambat gerak bisnis dalam mencapai tujuan tersebut.

Secara prinsip, Tata Kelola TI tidak dirancang sebagai penghambat bisnis, walaupun pada penerapannya seringkali menyebabkan perusahaan harus melakukan upaya tambahan dan terkadang sumber daya tambahan dalam rangka menerapkan Tata Kelola yang Baik. Hal ini merupakan tantangan, bukan untuk menyingkirkan prinsip Tata Kelola TI, namun menerapkan Tata Kelola TI sesuai dengan kebutuhan tersebut. Tata Kelola TI bukanlah suatu peraturan, melainkan merupakan prinsip yang baik untuk diterapkan oleh perusahaan dalam menjaga kaidah-kaidah pengelolaan TI yang baik, sehingga perusahaan dapat mencapai rencana dan tujuannya sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Tentunya dalam menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola TI akan sangat spesifik untuk masing-masing perusahaan. Perusahaan dengan budaya yang menjalankan prosesnya degan serba cepat akan berbeda dengan perusahaan yang sangat mementingkan prinsip kehati-hatian di masing-masing aktivitas bisnisnya. Tata Kelola TI menyajikan prinsip yang harus dijaga dengan penerapan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan.

[ke halaman 3]

Iklan

Laman: 1 2 3


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: