Afiliasi Maula

Solusi Palestina – Israel

Oleh: Dina Y. Sulaeman*

PBB, AS, (bahkan juga pemerintah Indonesia), mengusulkan solusi dua negara (two states solution) untuk mendamaikan Palestina-Israel. Tawaran solusi ini adalah: Israel dan Palestina menjadi dua negara yang hidup berdampingan secara damai.

Ada lobang besar dalam tawaran ini, yaitu sifat alami (nature) dari Rezim Zionis sendiri. Penyelesaian dengan cara mendirikan dua negara terpisah yang berdampingan secara damai, sementara wilayah Palestina sendiri (Tepi Barat dan Gaza) letaknya terpisah satu sama lain, sulit terwujud.

(lebih…)

Iklan

Mengenang Pembaruan-Islam Indonesia; Sewindu Kepergian Cak Nur

Sewindu Kepergian Nurcholish Madjid

Oleh Ismatillah A. Nu’ad *

Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Nurcholish Madjid (Cak Nur) kemarin (29 Agustus 2005) berpulang ke rahmatullah. Bapak pembaruan pemikiran Islam itu meninggal dunia pada usia 66 tahun.

Mengenang sosok almarhum tidak bisa dipisahkan dari munculnya gerakan pembaruan pemikiran Islam pada 35 tahun silam. Mengenang gerakan itu kurang pas jika tak menyebut nama besar Cak Nur. Mengabaikan Cak Nur sama seperti garam tanpa asin.

Dia dinisbatkan sebagai gerbong pembaruan karena pada awal dekade 70-an menggelontorkan gagasan rasionalisasi-agama sebagai jargon dari gerakan pembaruan-Islam. Pada acara halalbihalal organisasi muda Islam, Cak Nur memberikan ceramah berjudul Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat di Jalan menteng Raya No 58, Jakarta Pusat. Gagasan yang ditebarkan cukup menggetarkan karena tak lazim. Dia bicara soal rasionalisasi, sekulerisasi, desakralisasi, modernisasi-Islam, dll. (lebih…)

Pesan Al Quds 2013 Sayyid Hasan Nashrallah; Al Quds Menyatukan Kita

Ini adalah petikan Khutbah Sayyid Hasan Nashrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah, pada Peringatan Hari Al Quds Se Dunia, yang merupakan aksi rutin setiap Jum’at terakhir Ramadhan sebagai sebuah bentuk solidaritas dan dukungan umat beragama – tidak hanya kaum Muslimin – seluruh dunia bagi kemerdekaan bangsa Palestina dari penjajahan rezim Zionis yang terkutuk, yang telah melakukan kezaliman dan kerusakan luar biasa, selama berpuluh-puluh tahun, di Tanah Para Nabi itu.

Aku berlindung kepada Allah dari godaan Setan yang terkutuk.

dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah Tuhan alam semesta, Shalawat dan salam untuk kekasih hati kita, Nabi Muhammad berserta keluarga dan sahabatnya yang setia. (lebih…)

Tragedi Syiah Sampang dan Problem Pluralisme Internal

Aksi Menolak Pengusiran Warga Syiah Sampang

Oleh Mamang M. Haerudin

Akeh kang apal Qur’an hadise, seneng ngafirke marang liyane, kafire dewek ndak digetekke, yen isih kotor ati akale”—Syiir Tanpo Waton Gus Dur

 

Sebagai seorang yang sejak lahir, tumbuh kembang dan dibesarkan dalam tradisi Ahl Sunnah wa al-Jama’ah (Sunni, NU), saya sungguh amat sedih tatkala menyaksikan tindak kekerasan dan intoleransi—dalam konteks ini—yang melibatkan seteru Sunni-Syiah, sepekan ke belakang di Sampang, Madura. Selain hal ini merugikan keduanya, juga telah mencederai nilai luhur Islam itu sendiri, sebagai agama yang cinta damai. Ini satu bukti bahwa kita telah gagal memaknai hak kebebasan beragama dan berkeyakinan, sebagai hak yang paling asasi dalam kehidupan manusia. Lepas dari disengaja atau tidak, kita seakan telah melupakan bahwa perbedaan di antara umat adalah rahmat. Rahmat sebagai anugerah dan keniscayaan dari Tuhan yang senantiasa wajib kita syukuri dan songsong, keberadaannya. (lebih…)

Siaran Pers KONTRAS; Negara Harus Menjamin Kebebasan Beribadah, Beragama dan Berkeyakinan

Indonesia merupakan negara majemuk, terdiri dari berbagai suku bangsa, agama maupun aliran kepercayaan yang merasa senasib untuk membentuk suatu negara yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kemajemukan dalam wujud Berbhineka Tunggal Ika ini merupakan kekayaan yang harus dipelihara sebagai alat persatuan bangsa, sebagaimana yang dicita-citakan dan diperjuangkan para pendiri bangsa kita. Dengan kemajemukan ini, tentunya negara berkewajiban dan bertanggung-jawab untuk melindungi dan menghormati setiap unsur-unsur pembentuk kemajemukan, termasuk didalamnya  kebebasan beribadah, beragama dan berkeyakinan sebagai Hak Asasi Manusia yang sangat fundamental. (lebih…)

KONTROVERSI TENTANG UNDANG-UNDANG PENISTAAN AGAMA: Uji Materi MK Tentang undang-Undang Penistaan Agama

Oleh: Dr Widodo Judarwanto spA

Keinginan Uji Materi (Judicial Review) Peraturan Presiden No.1/PNPS/1965 yang sudah diundangkan melalui UU No 5/1969 — membahas tentang penistaan dan penodaan agama — memang mengundang pro dan kontra. Sebagaimana diketahui beberapa waktu yang lalu, tujuh lembaga swadaya masyarakat dan empat tokoh nasional meminta Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan larangan penafsiran agama-agama yang dianut di Indonesia yang tercantum dalam Undang-Undang Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Ketentuan tersebut dinilai melanggar kebebasan beragama yang dijamin oleh konstitusi.
Ketujuh LSM itu adalah Inisiatif Masyarakat Partisipatif untuk Transisi Berkeadilan (Imparsial), Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), Perkumpulan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), Perkumpulan Pusat Studi HAM dan Demokrasi (Demos), Perkumpulan Masyarakat Setara, Yayasan Desantara, serta Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. (lebih…)