Cinta

Fakta Cinta

Cinta, kadang tak disadari manusia, tumbuh dan bersemi di relung hati dan mengisi kekosongan.

Cinta kadang tak disadari manusia, tumbuh dan bersemi di relung hatinya.

Membahas soal cinta memang tak pernah ada habisnya. Dan Beriktu sejumlah fakta soal cinta, seperti: Ciuman terlama dilakukan oleh pasangan James Belshaw dan Sophia Severin, yang berhasil memecahkan the Guinness World Record dengan berciuman selama 31 jam, 30 menit dan 30 detik. Well, jangan tanya bagaimana rasanya.

Fakta Cinta 1, Ada 2 jenis ‘I do’ di dalam cinta. Yang pertama adalah ‘Everything I do, I do it for you’ seperti lagu yang populer dilantunkan Bryan Adams. Dan ‘Everything I do, I do it for myself’ cinta yang lebih mengutamakan kepuasan dan kepentingan diri sendiri. (lebih…)

Mengenal Jalaluddin Rumi melalui (Kutipan) Syairnya

Matsnawi adalah Magnum Opus dari Jalaluddin Rumi. Beberapa pemikir bahkan mengatakan bahwa kitab itu adalah "Kitab Suci" kedua ummat Islam

Matsnawi adalah Magnum Opus dari Jalaluddin Rumi. Beberapa pemikir bahkan mengatakan bahwa kitab itu adalah "Kitab Suci" kedua ummat Islam

DALAM sebuah puisi sufinya bertajuk “Syahadat Kita”, penyair klasik Persia terkemuka Jalaluddin Rumi mengajak para pembaca mengernyitkan dahi sejenak. Rumi menggelitik kesadaran religi kita: Dia berkata Tiada tuhan, lalu dia berkata kecuali Tuhan. Dari Tiada menjadi kecuali Tuhan maka menjelmalah Keesaan.

Dengan nukilan goresan pena itu, sesungguhnya Rumi menyingkap dan mengungkap situasi kepenyairannya sendiri. Tepat sekali bila pembaca menebak-nebak, disamping terkenal sebagai penyair, ia memang seorang ulama besar (mullah).

Nama lengkapnya Jalaluddin Rumi ialah Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri. Lahir pada 30 September 1207 Masehi di Balkh (kini terletak di perbatasan Afganistan) dan meninggal pada 17 Desember 1273 Masehi di Konya (wilayah Turki, Asia). (lebih…)

Cinta Yang Rasional

Bagaimana memahami cinta?

Bagaimana memahami cinta?

Bagi kebanyakan orang cinta adalah lambang dari tergugahnya perasaan, indah karena sering tak bisa diterangkan dengan logika, bahkan kadang-kadang malah menentang logika. Jadi,ganjil juga klo dikaitkan dengan kata ‘rasional’.

Istilah rasional di sini bukanlah sesuatu yang ‘kering’ atau ‘tandus’, membuat cinta jadi tidak indah..:). Pengertiannya bukanlah cinta yang penuh perhitungan untung-rugi, cinta dengan banyak pertimbangan, atau cinta yang mengandung vested interest. Cinta rasional adalah cinta yang disadari sepenuhnya, dikehendaki, dan yang terpenting cinta yang ingin menggapai tujuan kemanusiaan yang luhur. (lebih…)

Kisah Cinta Abadi Layla dan Majnun

Kisah Qais yang menjadi gila (majnun) karena kerinduannya pada Layla

Kisah Qais yang menjadi gila (majnun) karena kerinduannya pada Layla

Alkisah, seorang kepala suku Bani Umar di Jazirah Arab memiIiki segala macam yang diinginkan orang, kecuali satu hal bahwa ia tak punya seorang anakpun. Tabib-tabib di desa itu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil. Ketika semua usaha tampak tak berhasil, istrinya menyarankan agar mereka berdua bersujud di hadapan Tuhan dan dengan tulus memohon kepada Allah swt memberikan Anugerah kepada mereka berdua. “Mengapa tidak?” jawab sang kepala suku. “Kita telah mencoba berbagai macam cara. Mari, kita coba sekali lagi, tak ada ruginya.”

Mereka pun bersujud kepada Tuhan, sambil berurai air mata dari relung hati mereka yang terluka. “Wahai Segala Kekasih, jangan biarkan pohon kami tak berbuah. Izinkan kami merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami. Anugerahkan kepada kami tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatan kepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami.”
(lebih…)

Lailatul Qadr; Mendekati Tuhan dengan Sebaik-baik Pendekatan

Betapa cepat kita melangkahkan kaki melewati hari-hari? Betapa cepat waktu berlalu? Siapa yang haus akan harta, maka dengan apa ia akan puas? Siapa yang rakus akan kesejahteraan dan kelapangan, maka sampai kapan ia bakal merasakan kelezatan akan kedamaian? Sampai di mana kita harus tersengal-sengal mengejar dunia? Mengapa kita harus tamak? Oh, seandainya kuda liar ini dapat menghirup napas ketenangan walau barang sejenak dan menyerahkannya kepada jiwa. Jiwa yang tenang dan ringan yang mencapai sumber yang hakiki lalu memuaskan wujud manusia.

Malam ini adalah malam dimana jiwa manusia akan kenyang dengan sumber kehidupan. Malam yang memaksa kita untuk berpikir dan menerawang akan tingkah laku kita di dunia. Memikirkan apa yang telah lewat dan menyusun rencana untuk meraih masa depan. Musafir Ramadhan pada jamuan penuh berkat di bulan mulia ini telah tiba di malam yang paling mulia. Malam dimana jiwa manusia bersiap-siap menerima hidangan langit. Pemrakarsa jamuan di bulan Ramadhan ini telah menyiapkan banyak hadiah di malam ini. Para penduduk langit di malam Lailatul Qadr turun ke bumi untuk menjamu para tamu Allah dan mengucapkan salam kepada mereka. (lebih…)

Mengapa Pria Selingkuh?

Apa yang membuat laki-laki suka selingkuh? Penasihat perkawinan, M. Gary Neuman, melakukan survei terhadap 200 orang laki-laki yang selingkuh dan tidak selingkuh. Survei ini ditulis dalam buku terbarunya The Truth about Cheating. Redbook.com mencatat alasan laki-laki berselingkuh yang ada dalam buku itu.

1. Sebesar 48 persen laki-laki mengaku ketidakpuasan emosional sebagai alasan mereka berselingkuh.

Banyak mitos yang mengatakan bahwa perselingkuhan berhubungan dengan seks. Namun, dari survei itu, alasan seksualitas hanya 8 persen. “Budaya kita mengatakan kalau yang diperlukan laki-laki untuk bahagia adalah seks,” ujar Neuman. (lebih…)

Bercinta

Haruskah menyembunyikan rasa cinta (kecuali kepada kekasih)? Tidak bolehkah mengekspresikan cinta? Mengapa? Bagaimanakah ekspresi cinta yang islami? Berikut uraian dari M. Quraish Shihab, Perempuan (Jakarta: Lentera Hati, 2006), hlm. 87, 91-94:

Boleh jadi, ada orang yang malu bila bercinta sehingga menyembunyikan cintanya kecuali kepada kekasih. Ini bukanlah pada tempatnya, tidak juga dianjurkan agama. Silakan bercinta dan luapkanlah cinta kepada kekasih selama tidak melanggar agama dan norma budaya.

Cinta [pada] masa lalu adalah emosi yang meluap-luap, tetapi penuh kesucian dan kehormatan. Karena itu, betapapun hangatnya cinta, kehormatan selalu saja mengarahkan cinta ke arah yang wajar karena kehormatan lebih kuat daripada cinta. Ini pulalah yang menjadikan para pencinta saling menjaga kehormatannya dan mengindahkan nilai-nilai budaya yang berlaku. Ketika itulah dikenal cinta demi cinta dan pengorbanan demi cinta. Perempuan dengan cinta seperti ini, tidak dipandang hanya dari sisi kecantikan lahiriahnya, tetapi lebih-lebih kepada kecantikan jiwanya. Ini pulalah yang menjadikan cinta pada masa lalu bertahan sangat lama –kalau enggan berkata langgeng– dan cinta seperti itulah yang dikehendaki agama, yakni memandang lawan jenis sebagai manusia dwi-dimensi –ruh dan jasad– yang menyandang keindahan ruhani dan jasmani. (lebih…)

Kenanglah Fathimah Zahra

Fathimah Zahra

Fathimah Zahra

Fathimah Zahra adalah putri tercinta Rasulullah saww, buah hati, cahaya mata, pelita hidup dan belahan jiwanya. Sejarah mencatat dengan tinta emas betapa berartinya Fathimah dalam hidup Rasulullah saww, Sang Putri yang digelari Ummu Abiha – ibu dari ayahnya, karena semenjak wafatnya Sayyidah Khadijah, Zahra-lah yang merawat Sang Ayah dalam menunaikan tugas ilahiyah, menghibur di kala duka, menemani saat sepi, dan menjadi obat bagi kerinduan Muhammad saww pada cinta pertamanya, Khadijah.

Saat budaya jahiliyah menghinakan anak perempuan, Muhammad mendobrak, bangga ia dengan Zahra. Ia berkata, “Fathimah dariku dan aku darinya. Siapapun yang menyakitinya maka menyakitiku.”
Fathimah lahir di dalam rumah wahyu, dibesarkan dengan penuh cinta kasih oleh pasangan mulia; Muhammad Sang Utusan dan Khadijah Sang Putri Makkah. Sang ayah mengajarkan wahyu, sementara sang ibu mengajarkan cinta dan peran perempuan dalam syi’ar menegakkan tauhid. (lebih…)