Ekonomi

Ekspansionisme Digital Vs Proteksionisme Digital

europe-and-the-internet-its-complicated-29-638“Kita sudah memiliki internet. Perusahaan- perusahaan kitalah yang menciptakan, mengembangkan, dan menyempurnakannya. Perusahaan-perusahaan Eropa, seperti yang Saudara tahu, tak dapat berkompetisi dengan internet kita, sedang mencoba membangun jalan pengadang.”

Demikian The Financial Times edisi 16 Februari 2016 mengutip Presiden Barack Obama menanggapi sikap Uni Eropa yang ramai- ramai memblokade ekspansi bisnis korporasi digital Lembah Silikon California. (lebih…)

Iklan

Sri Mulyani Indrawati, Berkeley Mafia, IMF dan World Bank

 

Oleh Kwik Kian Gie

Mundurnya Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menteri Keuangan RI terhitung 5 Mei 2010 menyusul ditunjuknya ia menjadi Managing Director World Bank (Bank Dunia) menimbulkan kehebohan dan banyak pertanyaan tentang penyebab yang sebenarnya. Ada yang mengatakan bahwa perpindahannya pada pekerjaan yang baru di World Bank (WB) adalah hal yang membanggakan. Tetapi ada yang berpendapat, bahkan berkeyakinan tidak wajar, terutama kalau dikaitkan dengan skandal Bank Century (Century).

Saya termasuk yang berpendapat, bahkan yakin sangat tidak wajar. Alasan-alasan saya sebagai berikut. (lebih…)

Pemikiran Adi Sasono: Ekonomi Kerakyatan dalam Dinamika Perubahan

Adi SasonoTitik Balik Peradaban Manusia

Dalam bukunya berjudul “The Turning Point”, Fritjof Capra menyampaikan bahwa dewasa ini sedang dipertanyakan tentang otoritas pada tingkat global mengapa negara dunia ketiga disebut sebagai “tertinggal” dari negara-negara industri. Apa kriteria ketertinggalan itu, dari mana mengukurnya, dan siapa yang menentukannya. (lebih…)

Makna Brexit: Penguatan Industri Lokal

Oleh Akhmad Arsya

 

Banyak orang menyepelekan implikasi Brexit. Hal ini bisa dipahami. Mereka pasti berpikir kenapa sesuatu yang terjadi ribuan kilometer jauhnya bisa berdampak pada kehidupannya disini. Selain nilai tukar dan keimigrasian rasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun, arti penting hasil referendum Britania Raya tersebut dapat diukur dari reaksi pemimpin-pemimpin dunia kala mengetahui mayoritas penduduk negeri “Westeros” memilih untuk memisahkan diri dari paguyuban Eropa. Amerika panik. German gelisah. Perancis khawatir. Yang lain? Wait and see. Kalau Britania baik-baik saja bukan tidak mungkin akan ada Nexit (Netherland Exit), Rexit (Rumania Exit), atau bahkan Sexit (Spain Exit).

Tapi, apa sebetulnya yang mereka khawatirkan? Kenapa mereka merasa amat berkepentingan menjaga keutuhan Uni Eropa?

Jawabannya adalah persepsi. (lebih…)

Brexit dan Dampaknya Bagi Indonesia

 

Kebijakan-Brexit-Instaforex-Indonesia-300x213Oleh Dradjad H Wibowo

Rakyat Inggris sudah mengambil keputusan. Perjudian David Cameron gagal, dan dia secara ksatria mundur per Oktober nanti. Referendum yang menjadi salah satu janji kampanye Cameron, membantunya memenangkan 330 dari 650 kursi Parlemen dalam Pemilu Mei 2015. Ini salah satu kemenangan terbesar Partai Konservatif. Tapi referendum juga yang mengakhiri kepemimpinan Cameron.

Saya tidak akan mengulas mengapa Inggris memilih Brexit. Meski demikian, saya bisa merasakan sentimen negatif rakyat kota-kota kecil dan pedesaan Inggris terhadap imigrasi. Sentimen ini ditambah persepsi bahwa Inggris terlalu banyak memberi kepada Uni Eropa, baik kedaulatan maupun uang. Sentimen ini saya rasakan mulai dari Yorkshire hingga Canterbury. Tidak aneh jika mereka memilih “biru” (keluar dari UE). (lebih…)