Bulan: Oktober 2008

Kami Ingin Pemakaman Yang Layak


PROSES penyiksaan dan pembunuhan para jenderal merupakan satu dari sekian adegan mengerikan film Indonesia: Pengkhianatan G 30 S PKI. Dalam cuplikan diperlihatkan para petinggi angkatan darat ditusuk-tusuk, disayat-sayat mukanya, dihajar dengan kayu, matanya dicongkel dan dipotong penisnya. Sejak tahun 1984, film berdasar kejadian 30 September 1965 tersebut menjadi suguhan wajib, dan baru berhenti 15 tahun kemudian, setelah Soeharto jatuh dari kursi kepresidenan Indonesia. Sesudahnya, sejumlah pemerhati sejarah dan aktivis hak-hak azasi manusia, mengeluarkan hasil penelitian bahwa isi sajian sinema tersebut tidak benar. (lebih…)

Iklan

Bangsa Sungai


Nenek moyangku orang pelaut. Begitu lirik pembuka sebuah lagu anak-anak. Benarkah nenek moyang kita pelaut? Benarkah kita bangsa bahari? Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan lema bahari sebagai adjektiva yang berarti dahulu kala, kuna, tua sekali; indah, elok sekali; serta sebagai nomina dengan makna mengenai laut, bahri. (lebih…)

Islam, Poligami, dan Perempuan

Masih segar di ingatan kita tentang perceraian Dewi Yull resmi bercerai dengan Ray Sahetapy pada 24 Agustus 2004. Alasan perceraian itu karena ia tidak bisa menerima konsep poligami suaminya. Salahkah tindakan Dewi Yull tidak bisa menerima konsep poligami? Lalu bagaimana sebenarnya hukum poligami dalam Islam? (lebih…)

Ciri-ciri Psikopat


KITA tidak pernah tahu siapa orang terdekat kita sesungguhnya. Bahkan kita juga tidak pernah tahu keadaan seseorang jika hanya melihat dari sisi luar saja. Inilah hal yang harus dipelajari dalam mengenal seorang psikopat. Tentunya untuk menghindari diri kita agar tidak terjerumus dari jeratan si psikopat. (lebih…)

Menengarai Psikopat

APA yang ada di benak Anda kalau mendengar kata psikopat? Jawabannya tak akan jauh beranjak dari nama-nama, entah fiktif (karena begitu populernya di layar perak), entah riil.

Sebutlah Hannibal Lecter dalam film The Silence of the Lambs, pembunuh sadis berpenampilan ”sempurna”. Juga para tokoh dalam film-film lain seperti Goodfellas, Sleeping with The Enemy, Cape Fear, In a Child’s Name, dan berbagai cerita film yang mengambil kisah nyata sebagai inspirasi. (lebih…)

Sejarah Gedung Sumpah Pemuda

Menurut catatan yang ada, Museum Sumpah Pemuda pada awalnya adalah rumah tinggal milik Sie Kong Liang. Gedung didirikan pada permulaan abad ke-20. Sejak 1908 Gedung Kramat disewa pelajar Stovia (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) dan RS (Rechtsschool) sebagai tempat tinggal dan belajar. Saat itu dikenal dengan nama Commensalen Huis. Mahasiswa yang pernah tinggal adalah Muhammad Yamin, Amir Sjarifoedin, Soerjadi (Surabaya), Soerjadi (Jakarta), Assaat, Abu Hanifah, Abas, Hidajat, Ferdinand Lumban Tobing, Soenarko, Koentjoro Poerbopranoto, Mohammad Amir, Roesmali, Mohammad Tamzil, Soemanang, Samboedjo Arif, Mokoginta, Hassan, dan Katjasungkana (lebih…)

Teks Asli Sumpah Pemuda 1928

POETOESAN CONGRES PEMOEDA-PEMOEDA INDONESIA

Kerapatan Pemoeda-Pemoeda Indonesia jang diadakan oleh perkoempoelan-perkoempoelan pemoeda Indonesia jang berdasarkan kebangsaan, dengan namanja: Jong Java, Jong Sumatranen Bond (Pemoeda Soematera), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen Pasoendan, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia; (lebih…)